Showing posts with label AGAMA. Show all posts
Showing posts with label AGAMA. Show all posts

Thursday, March 24, 2016

Pahala Sholat Berjamaah dan Munfarid Serta Hikmah Sholat Berjamaah.


1. Sholat Berjamaah, 

adalah sholat yang dilaksanakan secara bersama-sama, satu diantaranya sebagai seorang imam, dan yang lainnya sebagai seorang makmum. 
Dalam melaksanakan sholat berjamaah, harus  terdapat seorang imam, dan minimal terdapat seorang makmum. Apa itu imam? 

Imam adalah orang yang memimpin sholat berjamaah.
Apa saja syarat-syarat untuk menjadi imam sholat? 

1. Baligh. 
2. Berakal Sehat. 
3. Bacaannya fasih dan benar. 

Dan apa itu makmum? 
Makmum adalah orang yang mengikuti sholat berjamaah di belakang imam, dan berniat menjadi  seorang makmum. 
Apa saja syarat-syarat untuk menjadi makmum? 

1. Makmum berniat menjadi makmum. 
2. Gerakan sholat makmum tidak boleh mendahului gerakan sholat imam. Makmum harus mengikuti gerakan sholat imam. 
3. Tidak ada benda yang menghalangi antara tempat imam dan tempat makmum, kecuali terdapat jendela atau benda lainnya. 
4. Jarak imam dan makmum, baris makmum paling belakang tidak boleh lebih dari 300 hasta, 1 hasta = 60cm. Terdapat juga makmum masbuq dan makmum muwafiq. 

Apa itu? Makmum Masbuq adalah Makmum yang terlamabt sholatnya yang tidak mendapat rukuk bersama imam pada rokaat pertama. 

Makmum Muwafiq adalah Makmum yang tidak terlambat dalam sholat berjamaahnya atau sholat berjamaah yang dilakukan dengan sempurna. 

Hukum melaksanakan sholat berjamaah adalah Sunnah Muakad. Sholat berjamaah itu lebih utama dari sholat sendirian dengan 27 derajat. 

Keutamaan sholat berjamaah jika dibandingkan dengan sholat sendirian (sholat munfarid) adalah 27 banding 

1. Sebagai seorang muslim, pasti kita menginginkan apa yang terbaik untuk kita, kita berusaha mencari, memiliki tabungan untuk akherat esok. 
Jadi teman-teman, mari kita laksanakan sholat berjamaah, jangan suka bermalas-malasan, karena itu adalah perbuatan yang tidak baik.  

Hikmah sholat berjamaah :
1. Mempererat tali persaudaraan antarasesama muslim. 
2. Mencegah perbuatan keji dan mungkar. 
3. Melatih kedisiplinan hidup. 


2. Sholat Munfarid, 

adalah sholat yang dilakukan sendirian, tidak ada imam dan tidak ada makmum. Hukum melaksanakan sholat munfarid adalah mubah, 

apa itu mubah? 
Mubah artinya boleh-boleh saja dilakukan atau dikerjakan. 
Nilai pahala sholat munfarid berbeda dengan sholat berjamaah. Ketika kita melaksanakan atau mengerjakan sholat munfarid,

 kita hanya mendapatkan satu (1) pahala saja. Sedangkan dalam sholat berjamaah kita mendapatkan beberapa kali lipat pahala dari pahala sholat munfarid, yaitu, kita mendapatkan 27 darajat atau pahala. 

·

Bagaimana Membersikan Najis Pada air liur Anjing?


KITA pasti pernah mendengar bahwa air liur anjing itu najis.  Tahukah mengapa sebabnya? Coba kita simak hadits berikut ini:
Dari Abu Hurairah  ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Bersihkan bejana/ wadah kalian yang telah dijilat anjing dengan mencucinya sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan debu”. Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jika anjing menjilat salah satu bejana Anda, maka buanglah isinya dan cucilah sebanyak tujuh kali”.
Dua hadits di atas telah menjelaskan kepada kita akan pentingnya membuang apa yang terdapat dalam bejana/wadah yang telah dijilat oleh anjing, begitu juga pentingnya membersihkan bejana tersebut dengan mencucinya sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan debu.
Memang, terbukti secara ilmiah bahwa anjing membawa sejumlah bakteri dan virus dalam air liur mereka, dan tidak bisa membersihkan bejana/wadah bekas jilatan anjing itu kecuali mencucinya beberapa kali dan satu kali dengan tanah. Benarlah perkataan Nabi Muhammad SAW ketika beliau memberi isyarat ilmiah dalam haditsnya: membersihkan bejana/ wadah kalian yang telah dijilat anjing adalah mencucinya sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan debu.
Para ilmuwan telah mengungkapkan penemuan ilmiah adanya desinfektan pada tanah. Para ilmuwan telah mempelajari instalasi tanah dan menemukan tanah itu mengandung bahan-bahan jika dicampur dengan bakteri dan kuman, maka kuman itu akan hilang segera. Liur anjing yang membawa bahan patogen bagi manusia tidak dapat dihilangkan kecuali dengan tanah. Subhanallah.
·

Cerminan & Prilaku orang Yang beriman kepada Al-Qur'an

Cinta-Al-quran
Sesungguhnya Al-Quran adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi dan teladan kita, Muhammad SAW. Karena itu setiap mukmin senantiasa mengagungkan Al-Quran dan berusaha untuk berpegang teguh dengan hukum-hukum-Nya serta membaca dan merenungkannya. Dan cukuplah Al-Quran itu sebagai petunjuk jalan kita di dunia dan sebab kemenangan kita di akhirat. 
Selain itu, Al-Quran memiliki keistimewaan dan keutamaan yang banyak sekali yang hal itu tidak dimilik oleh kitab-kitab Samawi sebelumnya. Di antara keistimewaan dan keutamaan Al-Quran adalah :
  1. Bahwasanya Al-Quran telah menghimpun ringkasan dari hukum-hukum Ilahi, dan ia datang sebagai penguat dan pembenar dari apa yang dikandung oleh kitab-kitab Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 48 yang berbunyi : “Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”.
Makna membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, yaitu bahwasanya Al-Quran itu membenarkan apa yang ada di dalam kitab-kitab tersebut dari berbagai kebenaran. Sedangkan makna sebagai saksi atasnya yaitu bahwasanya Al-Quran itu sebagai pendukung dan saksi atas diturunkannya kitab-kitab terdahulu.

  1. Bahwasanya setiap manusia wajib berpegang teguh kepada Al-Quran, karena itu setiap orang harus mngikuti petunjuk Al-Quran dan mengamalkannya. Hal itu berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang hanya khusus bagi kaum tertentu.
  2. Bahwasanya Allah SWT telah menjamin untuk menjaga Al-Quranul karim, karena itu belum ada tangan yang bisa mengubahnya dan tidak akan pernah ada. Allah berfiman dalam surat Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.
Jika kita telah mengetahui sebagian dari keistimewaan dan keutamaan Al-Quran yang tidak kita dapati pada kitab-kitab lain, lalu apa kewajiban kita terhadap Al-Quran ? Kita wajib mencintai Al-Quran, mengagungkan dan menghormati kedudukannya, sebab ia adalah Kalamullah, dan karenanya ia adalah perkataan yang paling benar dan paling utama. Kita wajib membaca dan merenungkan ayat-ayat dan surat-surat Al-Quran, juga hendaknya kita memikirkan tentang pelajaran-pelajaran Al-Quran, berita-berita, dan kisah-kisahnya. Kita wajib mengikuti hukum-hukum serta menaati perintah-perintah dan adab-adabnya. Suatu ketika Aisyah r.a ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad SAW, maka ia menjawan : “Akhlak beliau adalah Al-Quran”. (H.R. Muslim)
Makna hadist itu adalah bahwasanya Rasulullah SAW adalah seorang pribadi yang mencerminkan realisasi nyata dari hukum-hukum Al-Quran dan syariat-syariatnya. Nabi Muhammad SAW telah mewujudkan ketaatannya secara sempurna kepada petunjuk Al-Quran, karena itu kita wajib meneladani Rasulullah SAW sebab beliau adalah teladan yang baik bagi kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi :“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Beriman kepada kitab-kitab memiliki pengaruh yang banyak diantaranya yaitu :

  1. Mengetahui tentang perintah Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya, juga kesempurnaan rahmat-Nya, di mana Ia menurunkan kepada setiap kaum sebuah kitab sebagai petunjuk bagi mereka, agar mereka bisa mencapai kebahagian dunia maupun akhirat.
  2. Mengetahui hikmah Allah SWT dalam syariat-Nya dimana Allah SWT mensyariatkan bagi setiap kaum apa yang sesuai dengan keadaan.
  3. Bersyukur kepada Allah SWT terhadap diturunkannya kitab-kitab tersebut. Sebab kitab-kitab itu adalah cahaya dan petunjuk di dunia maupun di akhirat.
·